بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Minggu, 17 Februari 2013

MAKALAH CABANG-CABANG ILMU HADITS

PENDAHULUAN


Ulumul Hadis adalah satu bidang ilmu yang  penting  didalam Islam. Ulumul Hadis merupakan ilmu yang membahas tentang hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. yang bersumber dari ajaran  Islam. Fungsi Hadits itu sendiri adalah penjelas dan penafsir terhadap ayat-ayat Al-Quran yang bersifat umum.

    Pembahasan tentang sanad dan matan Hadis adalah dua hal yang penting yang berkaitan langsung apabila salah satunya tidak ada maka akan berpengaruh terhadap kualitas dari suatu hadits tentang pengertian sanad dan matan hadits baik dari segi bahasa maupun istilah.
    Di dalam ilmu hadits juga terdapat cabang-cabang ilmu hadits untuk  mengetahui adanya sanad dan matan hadits tersebut. dari penelitian tentang sanad dan matan Hadis terdapat penelusuran terhadap rawi yang untuk meriwayatkan beberapa hadits baik dari segi sanad maupun matan hadits.

CABANG-CABANG ILMU HADITS

1. ILMU RIJALIL HADITS
Ialah :


“Ilmu yang membahas tentang para perawi hadits, baik dari para sahabat, dari tabi’in, maupun dari angkatan-angkatan sesudahnya..”
Ilmu ini dipelajari dengan seksama karena hadits itu terdiri dari sanad dan matan. Maka mengetahui keadaan para perawi yang menjadi sanad.


2. ILMU JARIHIWATTA’ADIL
Ialah :


“ Ilmu yang menerangkan tentang hal-hal cacat yang dihadapkan kepada para perawi dan tentang pentakdilanya (memandang adil para perawi) dengan mamakai kata-kata yang khusus dan tentang martabat-martabat kata-kata itu.”


3.    ILMU FANNAL  MUBHAMAT
    Ialah:   


“ Ilmu untuk mengetahui  nama-nama orang yang tidak  disebut didalam matan atau didalam sanat.”
4.    ILMU TASHIF WATTAHRIF


Ialah:

“ Ilmu yang menerangkan hadits-hadits yang sudah dirubah titiknya (yang dinamai mushaf) dan bentuknya yang dinamai muharraf.”


5.    ILMU ILALIL HADITS
Ialah:


“ Ilmu yang menerangkan sebab–sebab yang tersembunyi, tidak nyata yang dapat merusak  hadits.”


6.    ILMU GHORIBIL HADITS
Ialah:


“ Ilmu yang menerangkan makna kalimat yang terdapat dalam matan hadits yang sukar diketahui makananya dan kurang  terpakai oleh umum.”


7.    ILMU NASKH WAL MANSUKH
Ialah:


“ Ilmu yang menerangkan hadits-hadits yang sudah dimansukhkan  dan yang menasikhkanya.”


8.    ILMU ASBABI WURUDIL HADITS
Ialah:


“Ilmu yang menerangkan sebab-sebab nabi  menuturkan sabdanya dan masa-masa nabi menuturkan  itu.”


9.    ILMU TALFIQIL HADITS
Ialah:


“ Ilmu yang membahas tentang cara mengumpulkan antara hadits-hadits yang berlawanan lahirnya.”


10.    ILMU MUSTHALAH AHLI HADITS
Ialah:


“ Ilmu yang menrangkan pengertian-pengertian (istilah-istilah yang dipakai oleh ahli-ahli  hadits).” 



SANAD DAN MATAM  HADITS

Didalam penilaian kualitas hadits , unsur sanad dan matan adalah sangat menetukan. Oleh karenanya, yang menjadi obyek kajian dalam penelitian hadits adalah kedua unsur tersebut. Yaitu sanad dan matan.

A.    PENGERTIAN SANAD HADITS


Sanad secara bahasa artinya al-mu’tamad yaitu yang dipegang (yang kuat) yang bias dijadikan pegangan.


Sedangkan menurut istilah yaitu:

“jalan yang menyampaikan kepada matan hadits.”
    Dilihat dari suatu hadits terlihat adanya silsilah para perawi yang membawa kita sampai kepada matan hadits, yaitu Bukhori, Muhammad ibn al-Mustanna, Abd al-Wahhab,  al-Tsahafi, Ayyub, Abi Qilabah, dan Anas RA.


Raingkaian nama-nama itulah yang disebut dengan sanad  dari  suatu hadits.
    MAsing-masing orang yang menyampaikan  suatu hadits secara sendirian, disebut dengan rawi (perawi/periwayat) yaitu orang yang menyampaikan  atau menuliskan dalam suatu kitab  apa yang pernah didengar atau diterimanya dari seseorang.


Misalnya hadits yang diriwayatkan oleh beberapa orang perawi yairtu:


1.    Anas Ra. sebagai perawi pertama
2.    Abi Qilabah sebagai perawi kedua
3.    Ayyub sebagai perawi ketiga
4.    Abd al wahab al-tsaqofi sebagai perawi keempat
5.    Muhammad ibn al-Mutsana sebagai perawi kelima
6.    Bukhori sebagai perawi keenam atau perawi terakhir


Apabila kita melihat dari segi sanad yaitu jalan yang menyampaikan kita kepada matan hadits maka adalah urutanya sebagai berikut:


1.     Muhammad ibn al-Mutsanna sebagai sanad pertama atau awwal al-sanad
2.    Abd al wahab al-tsaqofi sebagai sanad kedua
3.    Ayyub sebagai sanad ketiga
4.    Abi Qilabah  sebagai sanad keempat
5.    Anas Ra. sebagai sanad kelima atau akhir sanad
Dengan demikian berdasarkan sejarah periwayatanya hadits, perawi mulai ditingkatkan sahabat sampai kepada ulama hadits masa pembukuan hadits, telah melakukan pendokumentasian hadits melalui hafalan dan tulisan.

B.    PENGERTIAN MATAN HADITS


Matan secara bahasa artinya membelah , mengeluarkan, mengikat. . Sedangkan menurut istilah:

Sesuatu yang berakhir padanya (terletak sesudah) sanad, yaitu berupa perkataan.
    Dalam matan terjadi perbedaan kandungan matan suatu hadits adalah karena adanya periwayatan hadits secara makna periwayatan hadits secara makna meskipun dilakukan selain sahabat dengan ketentuan :


a.    Yang benar-benar memiliki pengetahuan bahasa arab secara mendalam
b.    Apabila dilakukan dengan sangat terpaksa
c.    Apabil mengalami susunan matan hadits yang diriwayatkan
 Dengan  melakukan periwayatan secara makna memberi  peluang untuk terjadinya keragaman susunan redaksi matan hadits, Sehingga terjadi perbedaan kandungan matan. Pernedaan redaksi matan hadits terjadi karena adanya perbedaan sanad hadits, terjadi disebabkan karena  adanya perbedaan perawi.

PENUTUP

Alhamdulillah dengan rahmat Allah SWT. Yang Maha Pengasih semoga makalah ini depat bermanfaat bagi para pembaca dalam mempelajari ilmu hadits. Terutama tentang sanad dan matan hadits. Karena didalamnya terdapat beberapa rawi yang meriwayatkan hadits tersebut mulai dari tingkatan pertama sampai terkhir.


    Dan semoga dengan makalah ini akan dapat mempermudah pembaca dalam mempelajari ilmu hadits. Akhir kata tentunya dalam makalah ini telah terdapat banyak kekurangan sehingga kritik dan saran anda yang membangun akan sangat kami butuhkan.


DAFTAR PUSTAKA


Yuslem, Nawir.  Ulimul Hadits  : PT Mutiara Sumber Widya. Jakarta 2001
Ahmad, Drs. H. Muhammad, Drs. M. Mudhakir.. Ulumul Hadits.
Cv Pustaka Setia. Bandung. 2000
Tengku Muhammad Habsi Ash Shidiqi.. Sejarah dan Pengantar Ulmu Hadits.: PT. Pustaka Rizki Putra. Sermarang 2005

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar